Nama : Binti Nur Azizah
NIM ; 932118815
Kelas : B
Prodi : PAI
PANDUAN PUASA RAMADAHAN
MUQADDIMAH
Artinya: Diriwayatkan dari Anas ra. ia
berkata : Telah bersabda Rasulullah
saw. : Apabila ada sesuatu dari urusan duniamu, maka kamu lebih tahu tentang
hal itu. Jika ada urusan dienmu, maka akulah tempat kembalinya ( ikuti aku ). ( H.R Ahmad).
Artinya : Dirwayatkan dari 'Aisyah ra :
Rasulullah saw. telah bersabda :
Barangsiapa melakukan perbuatan yang bukan perintah kami, maka ia
tertolak ( tidak diterima). Dan dalam riwayat lain: Barangsiapa yang mengada-adakan
dalam perintah kami ini yang bukan dari padanya, maka ia tertolak. Sementara
dalam riwayat lain : Barangsiapa yang berbuat sesuatu urusan yang lain daripada
perintah kami, maka ia tertolak.
(HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).
(HR.Ahmad. Bukhary dan Abu Dawud).
Kandungan dua hadits shahih di atas
menerangkan dengan jelas dan tegas bahwa segala perbuatan, amalan-amalan yang
hubungannya dengan dien/syari'at terutama dalam masalah ubudiyah wajib menurut
panduan dan petunjuk yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Tidak boleh ditambah
dan/atau dikurangi meskipun menurut fikiran seolah-olah lebih baik. Diantara
cara syaitan menggoda ummat Islam ialah membisikkan suatu tambahan dalam urusan
Dien. Sayangnya, perkara ini dianggap soal sepele, enteng dan remeh. Padahal
perbuatan seperti itu adalah merupakan suatu kerusakan yang amat fatal dan berbahaya.
Sabda Rasul saw. :
"Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra,
katanya : Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu
haji Wada' . Maka beliau bersabda : Sesungguhnya Syaithan telah berputus asa (
dalam berusaha ) agar ia disembah di bumimu ini. Tetapi ia ridha apabila (
bisikannya) ditaati dalam hal selain itu; yakni suatu amalan yang kamu anggap
remeh dari amalan-amalan kamu, berhati-hatilah kamu sekalian. Sesungguhnya aku
telah meninggalkan untukmu , yangjika kamu berpegang kepadanya niscaya kalian
tidak akan sesat selama-lamanya. Yaitu: Kitab Allah dan sunnah NabiNya. "
( HR. Hakim ).
Dengan demikian dapat difahami bagaimana
Rasulullah saw. mengingatkan kita agar selalu waspada terhadap provokasi setan
untuk beramal dengan menyalahi tuntunan Nabi sekalipun hal itu nampak remeh. "Diriwayatkan
dari Ghudwahaif bin Al-Harits ra: ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw. :
Setiap suatu kaum mengadakan Bid'ah, pasti saat itu diangkat (dihilangkan )
sunnah semisalnya. Maka berpegang teguh kepda sunnah itu lebih baik daripada
mengadakan bid'ah" ( HR. Ahmad ).
Jadi, ketika amalan bid'ah ditimbulkan
betapapun kecilnya, maka pada saat yang sama Sunnah telah dimusnahkan. Pada
akhirnya lama kelamaan yang nampak dalam dien ini hanyalah perkara bid'ah
sedangkan yang Sunnah dan original telah tertutup. Pada saat itulah ummat Islam
akan menjadi lemah dan dikuasai musuh.
Insya Allah tak lama lagi kita akan
menyambut kedatangan Ramadhan,dalam bulan yang penuh berkat ini kita diwajibkan
menjalankan ibadah puasa Ramadhan
sebulan penuh , yang mana hal tersebut merupakan
salah satu bagian dari rukun Islam. Karenanya hal tersebut amat penting.
Berkaitan dengan hal diatas, maka kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk
dapat menunaikan ibadah puasa ini sesempurna mungkin , benar-benar bebas dari
bid'ah sesuai dengan panduan yang telah digariskan oleh Rasulullah saw.
Untuk keperluan itulah dalam risalah yang
sederhana ini diterangkan beberapa hal yang berkaitan dengan amaliah puasa
Ramadhan, zakat fithrah, dan Shalat 'Ied
berdasarkan Nash-nash yang Shariih ( jelas
). Dalil - dalil dan KESIMPULAN dibuat agar mudah difahami antara hubungan amal
dengan dalilnya. Dan -tak ada gading yang tak retak- kata pepatah, sudah barang
tentu risalah ini sangat jauh dari sempurna, untuk menuju kesempurnaannya
bantuan dari pemakai amat diharapkan. Semoga risalah ini diterima oleh Allah
sebagai Amal Shalih yang bermanfaat terutama di akhirat nanti. Amien.
I. MASYRU'IYAT DAN MATLAMAT PUASA
RAMADHAN.
1. "Wahai orang-orang yang beriman
diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa "( QS Al-Baqarah : 183 ).
2. "Bulan Ramadhan, bulan yang
didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dengan yang bathil ), karena
itu barangsiapa diantara kamu menyaksikan (masuknya bulan ini ), maka hendaklah
ia puasa... " ( Al-Baqarah
: 185).
3. " Telah bersabda Rasulullah saw. :
Islam didirikan di atas lima perkara: Bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain
Allah, dan sesungguhnya Muhammad ituadalah
utusan Allah. Mendirikan Shalat
Mengeluarkan Zakat puasa di bulan Ramadhan Menunaikan haji ke Ka'bah. ( HR.Bukhari
Muslim ).
4. "Diriwayatkan dari Thalhah bin '
Ubaidillah ra. : bahwa sesungguhnya ada seorang bertanya kepada Nabi saw. : ia
berkata : Wahai Rasulullah beritakan
kepadaku puasa yang diwajibkan oleh Allah
atas diriku. Beliau bersabda : puasa Ramadhan. Lalu orang itu bertanya lagi :
Adakah puasa lain yang diwajibkan atas
diriku ?. Beliau bersabda : tidak ada,
kecuali bila engkau puasa Sunnah. ".
KESIMPULAN : Dari ayat-ayat dan
hadits-hadits diatas, kita dapat mengambil pelajaran :
1. puasa Ramadhan hukumnya Fardu ‘Ain (
dalil 1, 2, 3 dan 4 ).
2. puasa Ramadhan disyari'atkan bertujuan
untuk menyempurnakan ketaqwaan (dalil no 1).
II. KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN DAN
KEUTAMAAN BERAMAL DIDALAMNYA
1. Artinya : Diriwayatkan dari Abu Hurairah
ra: Bahwa sesungguhnya Rasulullah saw. pernah bersabda : Ketika datang bulan
Ramadhan: Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkat, diwajibkan
atas kamu untuk puasa, dalam bulan ini pintu Jannah dibuka, pintu Neraka
ditutup, Setan- Setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada suatu malam yang nilanya
sama dengan seribu bulan, maka barangsiapa diharamkan kebaikannya ( tidak beramal
baik didalamnya), sungguh telah diharamkan (tidak mendapat kebaikan di bulan
lain seperti di bulan ini). ( HR. Ahmad, Nasai dan Baihaqy. Hadits Shahih Ligwahairihi).
2. "Diriwayatkan dari Urfujah, ia
berkata : Aku berada di tempat 'Uqbah bin Furqad, maka masuklah ke tempat kami
seorang dari Sahabat Nabi saw. ketika Utbah
melihatnya ia merasa takut padanya, maka ia
diam. Ia berkata: maka ia menerangkan tentang puasa Ramadhan ia berkata : Saya
telah mendengar Rasulullah saw bersabda tentang bulan Ramadhan: Di bulan
Ramadhan ditutup seluruh pintu Neraka, dibuka seluruh pintu Jannah, dan dalam
bulan ini Setan dibelenggu. Selanjutnya ia berkata : Dan dalam bulan ini ada
malaikat yang selalu menyeru : Wahai orang yang selalu mencari/ beramal kebaikan
bergembiralah anda, dan wahai orang-orang yang mencari/berbuat kejelekan
berhentilah ( dari perbuatan jahat) . Seruan ini terus didengungkan sampai
akhir bulan Ramadhan." (Riwayat Ahmad dan Nasai )
3. " Diriwayatkan dari Abi Hurairah
ra. Sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda : Shalat Lima waktu, Shalat Jum'at
sampai Shalat Jum'at berikutnya, puasa Ramadhan sampai puasa Ramadhan
berikutnya, adalah menutup dosa-dosa (kecil) yang diperbuat diantara keduanya, bila
dosa-dosa besar dijauhi." ( H.R.Muslim)
4. "Diriwayatkan dari Abdullah bin
Amru, bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: puasa dan Qur'an itu
memintakan syafa’at seseorang hamba di hari
Kiamat nanti. puasa berkata : Wahai
Rabbku,aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di
siang hari, maka berilah aku hak untuk
memintakan syafa'at baginya. Dan berkata
pula AL-Qur'an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (
karena membacaku ), maka berilah aku
hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka
keduanya diberi hak untuk memmintakan syafaat." ( H.R. Ahmad, Hadits
Hasan).
5. "Diriwayatkan dari Sahal bin Sa'ad
: Sesungguhnya Nabi saw telah bersabda : bahwa sesungguhnya bagi Jannah itu ada
sebuah pintu yang disebut " Rayyaan".
Pada hari kiamat dikatakan : Dimana orang
yang puasa? ( untuk masuk Jannah melalui pintu itu), jika yang terakhir
diantara mereka sudah memasuki pintu itu,
maka ditutuplah pintu itu." (HR.
Bukhary Muslim).
6. Rasulullah saw. bersabda : Barangsiapa
puasa Ramadhan karena beriman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu
dan yang sekarang ( HR.Bukhary
Muslim).
KESIMPULAN : Kesemua Hadits di atas memberi
pelajaran kepada kita, tentang keutamaan bulan Ramadhan dan keutamaan beramal
didalamnya, diantaranya :
1. Bulan Ramadhan adalah:
- Bulan yang penuh Barakah.
- Pada bulan ini pintu Jannah dibuka dan pintu neraka ditutup.
- Pada bulan ini Setan-Setan dibelenggu.
- Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal didalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain, yakni malam LAILATUL QADR.
- Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma'shiyat agar menahan diri. (dalil 1 & 2).
2. Keutamaan beramal di bulan Ramadhan
antara lain :
- Amal itu dapat menutup dosa-dosa kecil antara setelah Ramadhan yang lewat sampai dengan Ramadhan berikutnya.
- Menjadikan bulan Ramadhan memintakan syafaa't.
- Khusus bagi yang puasa disediakan pintu khusus yang bernama Rayyaan untuk memasuki Jannah. ( dalil 3, 4, 5 dan 6).
III. CARA MENETAPKAN AWAL DAN AKHIR BULAN
1. "Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra.
beliau berkata : Manusia sama melihat Hilal (bulan sabit), maka akupun mengabarkan
hal itu kepada Rasululullah saw. Saya
katakan : sesungguhnya saya telah melihat
Hilal. Maka beliau saw. puasa dan
memerintahkan semua orang agar puasa." ( H.R Abu Dawud, Al-Hakim dan Ibnu
Hibban).(Hadits Shahih).
2. "Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.
Bahwa sesungguhnya Nabi saw. telah bersabda: Mulailah puasa karena melihat
ru'yah dan berbukalah ( akhirilah puasa
Ramadhan ) dengan melihat ru'yah. Apabila
awan menutupi pandanganmu, maka sempurnakanlah bulan Sya'ban selama Tiga Puluh
hari. "( HR. Bukhary
Muslim).
KESIMPULAN
- Menetapkan awal dan akhir bulan Ramadhan dengan melihat ru'yah, meskipun bersumber dari laporan seseorang, yag penting adil ( dapat dipercaya ).
- Jika bulan sabit ( Hilal ) tidak terlihat karena tertutup awan, misalnya, maka bilangan bulan Sya'ban digenapkan menjadi Tiga Puluh hari. ( dalil 1 dan 2).
- Pada dasarnya ru'yah yang dilihat oleh penduduk di suatu negara, berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini akan berlaku jika Khilafah ' Ala Minhaajinnabiy sudah tegak ( dalil 2 ).
- Selama khilafah belum tegak, untuk menghindarkan meluasnya perbedaan pendapat ummat Islam tentang hal ini, sebaiknya ummat Islam mengikuti ru'yah yag nampak di negeri masing-masing. ( ini hanya pendapat sebagian ulama).






0 comments:
Post a Comment